Sejarah Desa

Menurut cerita yang disampaikan secara turun- temurun yang kami dapatkan dari para sesepuh desa, tersebutlah bahwa Desa Ramban Kulon awalnya dibabat oleh seorang wali yang berasal dari Demak. Konon beliau adalah utusan kerajaan Demak Bintoro yang dikirim untuk menjadi guru agama dipelosok-pelosok desa yang berada dibawah naungan kerajaan Demak Bintoro. Beliau bernama Raden Imam Asy’ari.

Pada saat kedatangan Raden Imam Asy’ari, menurut cerita sebagian orang, Daerah yang kini sebagiannya merupakan wilayah administrasi Desa Ramban Kulon adalah hutan belantara, selain itu, daerah ini juga merupakan daerah yang kering dan tandus, atau barangkali saat itu pernah mengalamimasa kekeringan yang berkepanjangan. Sehingga suatu ketika beberapawarga yang ada didaerah ini meminta kepada Raden Imam Asy’ari untuk mendatangkan hujan agar daerah ini tidak lagi menjadi daerah yang kering dan gersang, akhirnya Raden Imam Asy’ariberdo’a dan meminta kepada Allah agar daerah tidak lagi kering dan tandus. Dan do’a tersebut dikabulkan oleh Allah, dan secara tiba-tiba muncul tiga mata air besar didaerah yang sebelumnya merupakan daerah yang kering kemudian berubah hampir menjadi Rawa ( madura : rabe ) Kemudian dari peristiwa itulah konon,nama Ramban akhirnya menjadi sebutan bagi daerah yang dibabat oleh Raden Imam Asy’ari ini.

Daerah Ramban sebenarnya tidak hanya meliputi daerah yang kini masuk dalam wilayah Ramban Kulon. Namun juga daerah yang kini menjadi wilayah administrasi Desa Ramban Wetan, sebagian Desa Grujugan (dalam hal ini Dusun Grujugan Onjur atau dulunya Ramban onjur ) dan Desa Plalangan. Namun karena demi ketertiban administrasidan juga perkembangan pemerintah, kini daerah – daerah tersebut telah menjadi wilayah – wilayah administrasi tersendiri sekaligus juga dengan struktur pemerintahan sendiri

Kini Desa Ramban Kulon di bagi dalam empat dusun, yaitu :

  1. Dusun Krajan I
  2. Dusun Krajan 2
  3. Dusun Krajan 3
  4. Dusun Paddegan.